Di Celah-Celah Kesibukan Kilang

DI CELAH-CELAH KESIBUKAN KILANG(Sebuah blog kehidupan yang memuatkan beberapa koleksi tulisan Monier Mat Din)

7/18/2010

Catatan di Hari Lahir

salam~

Perjalanan hidup menentukan hari ini 17.6.10 adalah hari lahir saya yang ke 42. Dah tua rupanya; patut lah pun malam tadi waktu turun pi pasar malam beli ikan, ada sorang budak pompuan jual ikan tu panggil saya Pak Long. Kalau org dah panggil Pak Long, kira tua dah tu.

Bukannya apa, dok rasa mcm muda lagi, masih baru lagi rasanya habis ambik SPM kat MRSM hari tu, masih baru lagi rasanya naik pelamin di Tganu dulu tu, masih baru lagi rasanya 1st day kerja kilang Hewlett Packard di Bayan Lepas hari tu, masih baru lagi rasanya tatang anak sulung yang baru lahir yg kini dah masuk 2nd year kat University tu; pendek kata segala-galanya masih rasa macam baru semalam saja berlaku.

Huh, cepat sungguh masa berlalu.

Sedaq tak sedaq, drpd budak kampung di Baling sana nu, yg hidup serba kekurangan, dengan rumah kayu tanpa letrik tanpa ayaq tanpa segala-galanya, takdir menentukan budak tu berjaya masuk MRSM, kemudian dapat peluang sambung belajaq di Amerika (di zaman di mana Melayu masih ditatang sebagai pribumi). Habis belajaq, kerja sat di Amerika, lepas tu balik Malaysia jadi Enjinia. Kemudian lompat dari satu kilang ke satu kilang; drpd Enjinia biasa, naik sikit-sikit jadi Senia Enjinia, Principal Enginia, Assistant Meneja, Section Meneja, last sekali jadi Meneja hingga ke hari ini.

Lepas ni, next step rasanya nak pencen dah kot, nak jadi Datuk pulak kat anak-anak saya 8 org yang tengah membesar panjang tu.

Suka tak suka ka, itulah hidup; daripada ada kepada tiada, daripada muda kepada tua; suka tak suka ka semua org akan melalui process tu.

Semalam kat tempat kerja, ada sorang rakan sekerja tegoq, dia kata sebelum ni uban kat rambut saya tak ketara sangat tapi semenjak dua tiga menjak ni dah makin jelas, banyak dok ada. Saya teringat kata-kata org alim - UBAN itu adalah petanda bahawa sesungguhnya kita memang sudah makin tua - tidak ada keraguan mengenainya.

Menoleh ke belakang, saya rasa amat bersyukur dengan apa yg Tuhan dah bagi saya selama ini. Ada rumah, ada keta, ada isteri, ada anak-anak dan ada segala-galanya. Tidak ada apa yg saya rasa ralat mengenai hidup saya ni, kalau ada pun mungkin satu saja:

Sampai hari ni walaupun sudah 25 tahun meninggalkan MRSM, tapi kenangan 5 tahun sewaktu tinggal di asrama di sana cukup membengkam di hati; sedih dan sayu sungguh hidup sebagai anak org miskin di celah-celah kwn2 lain yg mak ayah depa org-org berada tu. Masih ingat lagi, saya hanya mampu melopong bila tiap weekend mak ayah org lain mai melawat anak-anak depa dengan kereta mewah mahupun kereta biasa, tapi arwah org tua saya yg cuma menoreh getah di ulu Baling sana tak mampu nak mai jenguk saya mcm mak ayah depa tu.

Masih ingat lagi, antara benda yg paling saya idam nak sangat-sangat selama 5 tahun di asrama tu - bila dah keluar asrama bila dapat biasiswa barulah dapat saya beli: sehelai seluaq Jeans! punya la miskin nak beli seluar jeans pun tak mampu.

Sebab tu baru-baru ni, saya rasa mcm nak sebak ada nak tergelak pun ada, bila mana adik lelaki saya yg kerja kat satu kilang di KL nu email mai. Dia habag kata, ada sorang kwn kat tempat kerja dia, bila tau kata adik saya ni asal dari Kedah dari tempat kelahiran kami, memba dia habag kata masa kat MRSM dulu dia ada juga sorang kawan asal dari situ, nama dia Monier Mat Din. Dia habag kat adik saya, dia kata Monier Mat Din ni masa kat MRSM dulu memang miskin sungguh, pakai tuala beli kat pasar malam sampai luntur/hancoq, dok pakai tuala tu lah dekat setahun. Duit belanja pulak, hat mana ada dalam poket hat tu saja la, memang miskin sungguh.

Tak taulah pulak mcam mana reaksi sahabat saya tu bila adik saya habag kata saya ni abang dia.

Tapi, itulah keadaannya, hidup kita ni kerja Tuhan; Tuhan boleh bagi kita jadi kaya Tuhan boleh bagi kita jadi miskin, Tuhan boleh bagi kita jadi senang Tuhan boleh bagi kita jadi susah. Tuhan boleh bagi kita jadi muda, Tuhan boleh bagi kita jadi tua.

Tuhan boleh bagi kita jadi ada, dan Tuhan juga boleh bagi kita jadi tidak ada.

Maka itu, selagi ada napas di dada ni, saya ingin mengingatkan diri saya dan juga kawan-kawan yg baca tulisan saya ni, mailah kita sama-sama buat apa-apa persediaan yang patut ada, sebab kita tidak tau entah esok entah lusa Tuhan akan panggil kita.

Entah kenapa, sekarang ni saya selalu dok ingat pasal mati saja.
Dok cek-cek tengok, kalaulah saya mati hari ini, jenuhlah saya kena balun nanti, banyak sangat dosa ni, tak taulah nak jadi apa kalau mati nanti.

Lalu, bersempena hari jadi saya yg ke-42 ini, saya mohon ke hadrat Illahi moga diberi masa dan kelapangan, sihat tubuh badan dan peluang yg berterusan untuk melakukan kerja-kerja amal dan kebajikan sebagai bekalan untuk saya di hari SANA nanti.

Hat tu sajalah yg saya tahu buat, hat lain saya tak reti.

Sekian, sekadar berkongsi catatan, maaf jika mengambil masa tuan-tuan.

Wassalam.
moniermatdin@yahoo.com
http://www.moniermatdin.blogspot.com
17.6.10

3/22/2010

Rahsia SEDEKAH yg org tak tahu...

From: "Wahab"
To: warga_kilang@yahoogroups.com

Assalamualaikum Wr Wb

Bismillahirohmanirr ohiim

Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.

Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.

Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.

Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung . Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan "tidur". Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.

Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, "Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?"

Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.

" Ada empat hal yang harus Anda perhatikan," begitu beliau memulai penjelasannya.


RAHASIA PERTAMA

"Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).

Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.

Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu... baru kemudian ayahmu dan gurumu.
Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah."

Beliau mengambil napas sejenak.

RAHASIA KEDUA

"Kemudian yang kedua," beliau melanjutkan. "Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.

Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat) . Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, 'Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.' Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.

Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.

Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.


RAHASIA KETIGA

"Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka, " begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. "Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya."

"Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga" , saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).

"Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga? ," tanya beliau.

"Ya, bagaimana caranya?" jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.

"Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!" jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras. "Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula."

"Walau pun itu orang kaya?" tanya saya.

"Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah."

"Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri," saya bertanya lagi.

"Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu," jawab beliau. "Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda."

RAHASIA KEEMPAT

Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.

"Yang keempat nih, Mas," beliau memulai. "Jangan mempermainkan wanita".

Hm... ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.

"Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil."

"Lalu?" saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.

"Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya. "

Oh... pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.

"Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya," beliau melanjutkan.

Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.

Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang....


KEDAHSYATAN SEDEKAH

Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala, dan melipatgandakan rezeki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!

Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Rasul sendiri membuat perbandingan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, "Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut.

Kemudian mereka bertanya, 'Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?'.

Allah menjawab, ' Ada , yaitu besi'.

Para malaikat pun kembali bertanya, 'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari besi?'.

Allah menjawab, ' Ada , yaitu api'.

Bertanya kembali para malaikat, 'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari api?'.

Allah menjawab, ' Ada , yaitu air'.

'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?' tanya para malaikat.

Allah pun menjawab, ' Ada , yaitu angin'.

Akhirnya para malaikat bertanya lagi, 'Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?'.

Allah yang Mahakaya menjawab, ' Ada , yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya' ."

Subhanallah. ...

__._,_.___
Reply to sender | Reply to group | Reply via web post | Start a New Topic

Quote Wargakilang - Intipati surah Hud ayat 6: Sekelian makhluk adalah dijamin rezekinya oleh Allah SWT; dalam pada itu kita disuruh berusaha dan berikhtiar, kerana sesungguhnya langit itu tidak menghujankan emas dan perak.

Followers